Hari Raya Idul Fitri Duluan, Bolehkan Menurut Agama?

khilafahers

Khilafah.id – 1 Mei tahun 2022 kemarin kita peringati momentum yang berbeda. Biasanya hari ini memperingati Hari Buruh, namun tidak pada momentum 1 Mei ini. Hari ini, para antek khilafah, baik dari kelompok ISIS, HTI merayakan hari raya idul fitri. Pelbagai narasi liar yang disebarkan oleh kelompok radikal ini semakin menjadi-jadi dengan menyebut pemerintah kafir.

Jika kita pahami lebih jauh, peringatan hari raya idul fitri ataupun penetapan awal Ramadhan, memang mengalami banyak perbedaan diantara masing-masing organisasi. Bahkan, di beberapa negara juga tidak sama.

Dalam hal organisasi misalnya, Muhammadiyah sudah menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada 2 Mei 2022 esok. Ketetapan tersebut mengacu kepada keputusan penetapan awal puasa yang sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Sedangkan dari pihak Kementerian Agama, ataupun juga NU (Nahdlatul Ulama), akan ditetapkan nanti malam, maksimal pukul 19.15.  Namun, bisa diprediksi hari raya idul fitri ditetapkan esok hari, jika mengacu kepada terlihatnya hilal di beberapa daerah. Di beberapa negara lain, Arab Saudi yang menjadi patokan umat Islam seluruh dunia, menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada 2 Mei 2022 esok. Namun, bagaimana kelompok radikal menyikapi perbedaan hari raya idul fitri ini?

Kelompok radikal merayakan hari raya idul fitri hari ini?

Masalahnya adalah, pada hari ini, tepatnya 1 Mei 2022 pukul 07.30 WITA, sekitar 50 orang eks HTI Dompu melaksanakan sholat Idul Fitri 1443 H di Masjid Al-Jihad, Dsn. Madalibi, Ds. Madaprama, Kec. Woja, Kab. Dompu, NTB, diantaranya yaitu A. Rafik (selaku imam / eks anggota HTI Dompu), Muhammad Sholeh Kafahul Islam (selaku khotib / eks Pembina HTI Dompu), Wahyudin (selalu penuntun sholat Idul Fitri / eks Anggota HTI Dompu), Buhari (eks Bendahara HTI Dompu / Ketua DKM Masjid Al-Jihad), dan A. Jumari (eks Ketua DPD-II HTI Dompu).

Isi khotbah yang disampaikan Muhammad Sholeh Kafahul Islam antara lain alasan mereka melaksanaan sholat Idul Fitri pada Minggu 01 Mei 2022 karena berpatokan pada Arab Saudi yang telah mengecek hilal namun sudah tidak kelihatan. Berdasarkan informasi yang beredar pula, pelaksanaan sholat Idul Fitri eks HTI tersebut tanpa adanya koordinasi dengan perangkat desa setempat.

Para eks HTI ataupun ISIS, bahkan pula kelompok radikal macam ini, selalu membuat masalah dan mengacaukan peran pemerintah. Apalagi pada momentum yang bisa dikatakan momentum kebahagiaan bagi seluruh umat Islam di dunia ini, mereka akan memanfaatkan untuk kepentingannya tersebut di tengah-tengah perbedaan yang ada.

Hal ini juga terlihat dari status What’sapp dari Giyanto dan Tim Thoriqul Jannah sekitar 10 orang, menyatakan akan membatalkan puasa pada hari ini, dan sholat id besok pagi. Dengan melampirkan informasi berbunyi; “pemerintahan murtad Thaliban telah mengumumkan melihat hilal.”

Dengan demikian, kelompok radikal ini sudah jelas-jelas berada di garda terdepan dalam melawan pemerintah dan menjadi musuh. Bagaimana kita menyikapinya?

Berbeda hal biasa, tidak perlu ribut!

Dalam term yang berbeda, kata aswaja (ahlus sunnah wal jama’ah) kadang diplesetkan dengan makna “Asal wajar-wajar saja”. Makna tersebut terkadang menjadi jokes bagi para organisasi yang mengaku dirinya berhaluan ahlus sunnah wal jama’ah akan tetapi, perilakunya sama sekali tidak mencerminkan ahlus sunnah wal jama’ah. Organisasi tersebut justru kerjaannya selalu membuat gaduh, ditambah dengan narasi pemerintah toghut dan tidak islami.

Kelompok-kelompok seperti ISIS, HTI, yang benar-benar menentang pemerintah bahkan menjadikan pemerintah sebagai musuh, adalah kelompok yang patut kita lawan. Perlu juga kita pahami bahwa, kelompok tersebut selalu mencari kesalahan pemerintah meski sekecil lubang semut. Narasi kesimpulannya pasti, “pemerintah kafir.”

Perbedaan tersebut nyatanya tidak perlu kita masalahkan. Jika mengacu kepada keputusan pemerintah, maka kita hanya perlu meneruskan puasa hari ini dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah, seperti halnya pada penetapan awal Ramadhan lalu. Jika meyakini bahwa hari raya idul fitri pada 1 Mei 2022 hari ini, maka tidak perlu berpuasa dan bersuka citalah atas pilihannya itu. Tidak perlu ribut, ataupun mengkafirkan pemerintah.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Menemukan Moderasi Beragama di Ayat Al-Qur’an yang Tampak Radikal

Rab Mei 4 , 2022
Khilafah.id – Alquran diturunkan dalam konteks tempat dan waktu yang menuntut perang habis-habisan, antara dibunuh atau membunuh. Harus diakui, tidak sedikit Alquran memang menjelaskan tentang pelaksanaan perjuangan bersenjata. Namun perlu digarisbawahi, peperangan adalah urusan hidup dan mati di Semenanjung Arab kala itu. Sehingga, untuk diimplementasikan di Indonesia sekarang sangat tidak […]
moderasi beragama khilafah