Indahnya Toleransi dalam Bingkai Keberagaman NKRI

toleransi NKRI

Khilafah.id – Bicara toleransi, berarti bicara mengenai edukasi, karena sejatinya toleransi itu diajarkan, bukan tumbuh secara tidak sengaja. Mengingat toleransi adalah sikap yang sangat penting, hal ini tentu harus ditanamkan dalam diri sejak dini.

Toleransi adalah sikap keterbukaan dan menghormati perbedaan antar manusia, meskipun awalnya digunakan untuk merujuk pada perbedaan etnis dan agama, konsep keragaman dan toleransi juga dapat diterapkan pada gender, penyandang disabilitas fisik dan intelektual, serta perbedaan lainnya.

Toleransi berarti menghormati dan belajar dari orang lain. Menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotip yang tidak adil, menemukan kesamaan, dan menciptakan ikatan baru. Perilaku yang tidak menghormati atau menyakiti orang lain, seperti bersikap kejam, menindas, atau perilaku yang melanggar aturan sosial tidak boleh ditoleransi sama sekali.

Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari ribuan pulau yang tersebar seantero negeri. Dengan kondisi geografisnya begitu luas, maka tak heran jika Indonesia memiliki beragam suku dan budaya. Kekayaan Indonesia tidak hanya dari sumber daya alam yang melimpah ruah, namun kekayaan budaya yang begitu majemuk menjadi salah satu pemersatu bangsa di bawah naungan NKRI.

Dalam pidato Presiden RI, bapak Joko Widodo pada kegiatan Rakernas X PKMRI secara virtual tahun 2020 yang lalu, mengatakan:

“Indonesia adalah negara besar, negara yang dianugerahi tuhan yang maha esa, lahir sebagai bangsa yang majemuk. Kita adalah bangsa yang bersuku-suku yang memiliki agama, budaya dan bahasa daerah yang berbeda-beda. Di tengah kemajemukan itu, kita bisa hidup rukun di rumah besar Indonesia dalam suasana toleransi dan persaudaraan. Kita juga patut bersyukur di tengah berbagai negara yang mengalami gejolak berkepanjangan karena perbedaan identitas, kita bangsa Indonesia bisa tetap bersatu karena memiliki pancasila sebagai dasar negara. Kita tidak boleh membiarkan adanya upaya sekecil apapun untuk merusak toleransi maupun kerukunan.”

Salah satu contohnya mengenai keberagaman suku, kita sebagai warga negara Indonesia, harus menghormati setiap suku yang ada di nusantara. Karena bisa jadi setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda dengan budaya suku kita, atau bahkan bertentangan dengan adat budaya kita.

Namun kita harus menyadari bahwa itulah kekayaan sesungguhnya dan anugerah yang diberikan oleh Tuhan yang maha kuasa bagi bangsa kita Indonesia. Kita tidak boleh mencela adat suku lain hanya karena berbeda dengan budaya kita, sehingga keberagaman yang ada telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, kita harus menjaganya agar tetap utuh dan harmonis.

Dan sudah sepatutnya generasi muda Indonesia yang merupakan agent of change untuk selalu menyerukan sikap saling menghargai dan menghormati dalam segala aspek kehidupan. Sikap tersebut adalah solusi konkret mencegah terjadinya perpecahan dan konflik di Indonesia di masa mendatang. Dengan adanya perbedaan, dapat dijadikan sebagai ilmu dan pembelajaran untuk bersikap toleransi, empati dan menghargai.

Ayo generasi muda Indonesia untuk selalu teguh berkomitmen dan terlibat aktif sebagai pelopor dalam mewujudkan kondisi cinta damai dan harmonis, serta selalu dapat dipertahankan demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. Dan kita tahu bahwa pemuda memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan bangsa, baik buruknya suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris kekayaan bangsanya.

Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. (Ir. Soekarno).

Jayalah Indonesiaku.

Sandie Davitra Alfitriady, Hobi saya adalah membaca dan menulis. Dari banyak membaca, saya menjadi tahu mengenai banyak hal, dan mendapat banyak wawasan, sehingga pada akhirnya memiliki pemikiran yang terbuka dan luas. Dengan menulis, saya dapat mengungkapkan ide dan pemikiran terkait dengan masalah yang terjadi, dan menulis dapat dijadikan sebagai bentuk ekspresi untuk mengungkapkan keresahan dalam bentuk karya tulisan, sehingga dapat tersampaikan dan dipahami oleh para pembaca secara umum.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gombal Gembel HTI

Kam Feb 24 , 2022
Khilafah.id – Aktivis HTI belum kapok-kapok juga menyebar hoaks tentang khilafah di tengah-tengah masyarakat. Selain youtube, platform tik tok juga mereka manfaatkan. Video mereka di youtube dipotong lalu up load di tik tok agar dapat diviralkan di whatsapp. Begitu kira-kira alurnya. Namun, yang jadi masalah tetap saja soal hoaks yang […]
HTI