Jangan Ada Dusta Ikrar Setia Teroris Pada NKRI

ikrar nkri

Khilafah.id – Mantan juru bicara FPI (Front Pembela Islam), Munarman, mengucapkan ikrar setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Munarman mengucapkan ikrar itu di Lapas Kelas II-A Salemba.

Diketahui, Munarman dipidana selama 3 tahun akibat terlibat kasus terorisme. Sebelumnya, Munarman dituntut hukuman mati. Berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, siapa yang memiliki kedudukan tinggi dan berpengaruh dapat diancam hukuman mati.

Munarman adalah ketua FPI. Jelas Munarman masuk dalam kategori tersebut. Ia juga menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam gerakan FPI selama ini. Jadi, ia bisa dianggap menjadi orang yang paling bertanggungjawab dalam beberapa tindak teror anggota FPI di Indonesia.

Banyak orang-orang menjadi radikal gara-gara Munarman. Sebut saja Mohammad Zulfikar. Orang ini adalah bagian dari jaringan teroris kelompok Anshar Daulah Islamiyah (ADI Sulsel/eks FPI Makassar) yang telah ditangkap. Zulfikar menyebut bahwa Munarman yang telah menjadikannya menjadi teroris.

Awalnya, mereka terpesona dan mengidolakan sosok Munarman. Kemudian lebih lanjut, Mohammad Zulfikar dan keluarganya termotivasi mengikuti dan bergabung dengan apa yang telah Munarman lakukan.

Hingga akhirnya, pada 24-25 Januari 2015, Mohammad Zulfikar beserta keluarganya mengikuti pembaitan ISIS dalam acara tabligh Akbar di Ponpes Tahfizhul Qur’an, Makassar. Mereka mengikuti tersebab karena satu pemikiran atau kesamaan tujuan antara FPI dengan Daulah Islamiyah: menegakkan syariat Islam.

Ternyata, setelah mengikuti acara tersebut, Mohammad Zulfikar bersama anggota FPI lainnya, sudah berani melakukan sweeping minuman keras, melaksanakan latihan fisik dan latihan menembak untuk melihat daya tahan tubuh mereka masing-masing. Hingga pada akhirnya, salah satu keluarga Mohammad Zulfikar yaitu Ulfah Handayani dan Rullie Rian Zeke berani melakukan bom bunuh diri di Filipina dan melakukan hijrah jihad ke Suriah.

Ternyata, semua kejadian itu berkat terinspirasi dari Munarman. Awalnya bergabung dengan ISIS, dan pada akhirnya mereka melakukan kekerasan demi menegakkan panji-panji Islam di Indonesia, sesuai tabiat FPI dan ISIS. Di sini jelas Munarman dan banyak eks FPI melepaskan keindonesiannya karena Munarman. Mereka berani keluar dari NKRI dan telah menentang NKRI demi mendirikan Khilafah.

Hari ini Munarman mengatakan ikrar setia kepada NKRI. Ia disebut-sebut siap mengikuti semua kegiatan pembinaan dan menyatakan secara terbuka siap bekerja sama dalam hal pembinaan, termasuk mengikuti program deradikalisasi. Munarman juga dinilai memiliki kesungguhan tekad dan semangat untuk kembali kepada ideologi Pancasila.

Artinya, dengan hanya menyatakan ikrar setia kepada NKRI ini, Munarman dianggap telah siap untuk mencintai NKRI dan bersama-sama menjaga Pancasila dengan menghargai perbedaan dan memahami bahwa Pancasila bukan semata-mata hanya berkedudukan sebagai dasar Negara Republik Indonesia, tetapi juga sebagai ideologi nasional.

Dengan ikrarnya Munarman kepada NKRI, BNPT bertepuk dada bahwa program deradikalisasi di dalam lapas menuai keberhasilan. Sebentar lagi jelas Munarman akan keluar dari Lapas karena ikrar ini. Ia akan kembali dengan kroco-kroconya dan akan kembali melakukan apa yang dulu ia telah mulai.

Mungkinkah seorang intelektual teroris benar-benar kembali kepada NKRI secara penuh? Rasanya jauh dari panggang api. Tapi inilah permainan dunia, Indonesia harus terus membenahi dirinya dalam memberantas terorisme secara sungguh-sungguh sehingga terorisme benar-benar musnah dari Indonesia. Bukan sekadar dusta setia kepada NKRI demi potongan masa tahanan.

*Repost Editorial Harakatuna.com

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tantangan Wacana Keagamaan Mahasiswa PTKIN

Ming Agu 13 , 2023
Khilafah.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan tentang bahayanya radikalisme di perguruan tinggi. Hasil Penelitian Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa, radikalisme sudah berkembang pada kelompok strategis mahasiswa. Ada sekitar 39% mahasiswa di 15 provinsi yang menunjukkan ketertarikannya pada paham radikal dengan kategori tiga tingkatan, […]
mahasiswa ptkin