Khilafah.id – Salah satu poin dalam deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyyah adalah komitmen untuk mengadaptasi paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Poin ini menarik mengingat JI selama ini identik dengan lahan wahabi-salafi. Meski mereka tidak secara eksplisit mengakui bahwa mereka menganut paham salafi-wahabi, namun dari karakteristik, mereka identik dengan lahan tersebut. Hal itu […]

Khilafah.id – Bubarnya organisasi Jamaah Islamiyah (JI) baru-baru ini menjadi angin segar bagi keamanan nasional Indonesia. Namun, harus diingat bahwa sejarah telah menunjukkan bahwa pembubaran sebuah organisasi teroris tidak serta merta menghentikan penyebaran ideologi radikal yang menjadi akar dari aksi-aksi terorisme yang selama ini terjadi. Ideologi radikal memiliki kemampuan untuk […]

Khilafah.id – Tepatnya pada tanggal 30 Juni 2024 bertempat di salah satu hotel di Bogor, Jamaah Islamiyah mendeklrasikan pembubaran diri. Dihadiri 16 tokoh seniornya, sebagaimana dalam video yang beredar, mereka menyatakan pembubaran JI dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada apa sebenarnya? Apakah pengumuman ini menandai akhir perjalanan […]

Khilafah.id – Sebuah berita mengejutkan, namun menggembirakan datang di akhir bulan Juni lalu. Belasan tokoh Jamaah Islamiyyah, yang dipimpin Abu Rusydan membacakan deklarasi pembubaran organisasi tempat selama ini mereka bernaung. Deklarasi pembubaran JI itu memuat enam poin penting. Pertama, pembubaran organisasi Jamaah Islamiyyah dan komitmen kembali ke NKRI. Kedua, perubahan […]

Khilafah.id – Kita tahu, dalam beberapa tahun terakhir terutama 2023, pemberitaan dan penangkapan teroris di Indonesia diwarnai oleh satu kelompok bernama Jama’ah Islamiyah (JI). Kelompok ini adalah teroris paling keji dan paling cerdas dalam sejarah terorisme di Indonesia. Salah satu ideolognya adalah Abu Bakar Ba’asyir. JI dibentuk oleh Abdullah Sungkar […]

Khilafah.id – Semakin banyak peristiwa tutur memperhatikan kesantunan, maka akan meningkatkan harmoni sosial masyarakat. Pascapemilu 2024, kita seakan terjebak dalam fenomena disintegrasi sosial. Kita terseret dalam rutinitas demokrasi dalam bingkai perbedaan dukungan calon presiden dan calon wakil presiden hingga menjadi pemarka sosial. Lantas, kapan sebenarnya kedewasaan pesta demokrasi kita akan […]