Seni Toleransi, Mendorong Adanya Perbedaan

toleransi

Khilafah.id – Segala sesuatu yang melekat pada diri manusia seperti sifat, karakter, persepsi dan fisik manusia, memiliki banyak perbedaan yang tak jarang menimbulkan banyak perdebatan antar manusia itu sendiri. Bahkan perbedaan antar kelompok manusia seperti suku, agama, ras dan antar-golongan juga sering terjadi pertikaian.

Manusia membuat sebuah kelompok karena memiliki kesamaan antar individu dalam suatu hal untuk mencapai suatu tujuan. Di sisi lain dalam sebuah kelompok ada beberapa individu yang memiliki perbedaan dalam hal lain, tak jarang hal itu juga menjadi problem internal dalam sebuah kelompok manusia. Maka dari itu seni toleransi sangat diperlukan bagi setiap individu agar keharmonisan selalu terjaga.

Menurut Wawan Gunawan, presiden komunitas Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB) membagi definisi toleransi dalam tiga level. Pada level pertama, menurut kamus KBBI toleransi berarti memaklumi adanya perbedaan.

Pada level kedua, toleransi tidak hanya memaklumi adanya perbedaan, tapi bekerja sama dalam perbedaan. Sedangkan pada level yang ketiga, toleransi bukan lagi bekerja sama dalam perbedaan, tapi mendorong adanya perbedaan.

Sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman, Indoensia menjadi salah satu negara yang tinggi tingkat toleransinya. Namun tidak bisa dipungkiri masih ada kelompok yang intoleran dalam menanggapi perbedaan yang ada di Indonesia. Sebagai warga negara yang cinta akan tanah air sudah seharusnya selalu menjunjung tinggi nilai toleransi.

Beberapa hal yang memiliki nilai seni menurut penulis adalah perbedaan yang disatupadukan dengan struktur dan komposisi tertentu. Seperti sebuah lukisan yang tak mungkin tampak indah jika hanya menggunakan satu warna. Lukisan tentu akan sangat indah jika menggunakan berbagai macam warna tinta yang disatukan atau dilukiskan dengan baik.

Adanya perbedaan tidak untuk menentukan siapa yang paling benar, ketika kebenaran itu tak bisa dibuktikan bersama secara nyata atau hanya sekedar kebenaran yang diyakini. Perbedaan harus membuat kita berjalan beriringan untuk menuju kebaikan. Adanya perbedaan bukan pula untuk bertabrakan karena tujuan yang bertolak belakang, melainkan saling membuka jalan agar sampai pada tujuan masing-masing.

Ade Purna Irawan, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Syafiq Hasyim: Proyek Dokumentasi Hadis MBS Ancam Wahabi?

Kam Agu 3 , 2023
Khilafah.id – Satu berita lagi soal gebrakan Visi 2030-nya Mohammad bin Salman yang sedang naik daun yakni proyek dokumentasi hadis. Pembicaraan masalah proyek ini sebenarnya sudah lama terjadi karena proyek ini adalah bagian dari Visi 2030-nya MBS sendiri yang di dalamnya termasuk soal reformasi Islam. Menurut Mohammad bin Salman, Saudi […]
MBS