Wildan: Menjadi Teroris karena Murni Kemanusiaan?

wildan

Khilafah.id – Menjadi teroris itu pilihan masing-masing orang. Pilihan ini lebih tepatnya disebut dengan, kalau boleh meminjam istilah yang digunakan di pesantren dulu, “takdir” atau kehendak manusia yang kemudian diputuskan oleh Tuhan.

Terpapar paham radikal-teror bukanlah sesuatu yang dipandang biasa-biasa saja. Paham ini benar-benar sangat membahayakan, baik kepada diri si pelaku maupun kepada orang lain. Akan sangat mungkin banyak korban sebab aksi paham picik tersebut.

Paham radikal-teror sudah tersebar begitu luas di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Warga negara Indonesia yang terpapar terorisme, salah satunya, Wildan.

Wildan bercerita, bahwa ia terpapar paham radikal-teror karena faktor kemanusiaan. Ia merasa lebih empati kepada orang lain dibanding kepada dirinya sendiri.

Sikap Wildan tersebut sangat keliru. Karena, menjadi jiwa selamat dari bahaya radikal-teror jauh lebih penting daripada memilih bergabung dengan kelompok radikalis.

Kesadaran Wildan mulai tumbuh semenjak ia berada di Suriah. Ia telah memilih keputusan atau takdir yang salah. Karena, berjihad yang sebenarnya tidak harus ke Suriah. Tapi, jihad cukup dengan menjaga keselamatan diri dan membahagiakan orangtua.

Wildan teringat bahwa berbakti kepada orangtua disinggung dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Bahwa, berbakti kepada orangtua jauh lebih penting dibanding berbuat baik kepada orang lain.

Akhirnya, Wildan bisa kembali lagi ke tanah air Indonesia. Di negeri inilah dia merasakan anugerah Tuhan yang tak dapat ditukar dengan sesuatu apapun. Negeri cukup makmur dan sejahtera.

Wildan memberikan nasehat, bahwa paham radikal-teror bisa tersebar melalui pergaulan dan media sosial. Tapi, yang paling sulit dijaga adalah penyebaran paham ini di media sosial. Intinya, siapapun harus lebih berhati-hati.

Khalilullah, Lulusan Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tiga Residu Politisasi Agama Aktivis Khilafah yang Harus Dicegah

Sab Mar 5 , 2022
Khilafah.id – Selama satu dekade belakangan, lanskap politik nasional kita diwarnai oleh fenomena politisasi agama. Yaitu praktik manipulasi dan eksploitasi ajaran serta simbol agama sebagai alat politik untuk meraih kekuasaan. Fenomena politisasi agama ini dimotori oleh setidaknya dua kelompok. Pertama, para politisi berhaluan konservatif yang gemar mengeksploitasi sentimen keagamaan untuk […]
politisasi agama