Amar Hussein: Eks-ISIS yang Beberkan Kekejaman ISIS

Amar

Khilafah.id – Tak perlu dibahas begitu jelas siapa Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) itu sebenarnya. Sudah banyak tulisan yang memabhasnya. Pada tulisan ini akan diuraikan cerita mantan anggota militan ISIS yang sekarang sudah bertobat.

Dialah Amar Hussein. Pria usia 22 tahun ini salah satu anggota kelompok militan ISIS yang membuat pengakuan yang membuat publik terhenyak. Dia mengaku telah memerkosa lebih dari 200 wanita Irak selama bergabung dengan ISIS.

Ketika bergabung dengan ISIS Hussein mengaku diperbolehkan memerkosa wanita keturunan Yazidi atau siapapun yang ia inginkan. Kekerasan seksual ini jelas membuat keturunan Yazidi marah dan tidak menerima anak yang lahir dari pemerkosaan militan ISIS.

Hussein mengaku telah membunuh lebih dari 500 orang. Selama bergabung dengan ISIS, Hussein mengaku dilatih berperang dan cara membunuh. Latihan pembunuhan itu bahkan dilakukan tanpa menggunakan alat peraga apapun.

Pada awalnya Hussein merasa takut, tapi lama kelamaan praktik pembunuhan itu menjadi bagian rutinitas. Pelatihan itu bahkan mengubahnya menjadi sosok yang kejam dan bengis. Dalam sehari, Hussein biasanya membunuh 30-40 orang. Korban dibawa ke tanah lapang dalam keadaan mata tertutup. Setelah sampai di sana, mereka langsung ditembak kepalanya.

Hussein mengaku terpaksa bergabung dengan kelompok militan ISIS karena kemiskinan yang terjadi di kampung halamannya di Mosul, Irak. Saat itu, dia terpaksa bergabung karena menjadi salah satu tawanan kelompok ISIS. Dia tidak punya uang untuk membebaskan diri. Dia juga tidak mengerti apakah tindakan pembunuhan dan pemerkosaan itu benar atau salah. Dia tidak punya pilihan lain selain bergabung dengan mereka.

Akhirnya, Hussein berhasil selamat dari cengkraman ISIS lantaran ia tertangkap dalam sebuah operasi militer pada Oktober 2014, lalu. Saat ini, dia menjadi penghuni salah satu penjara militer Irak. Selama berada di dalam penjara, dia terlihat lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beribadah. Saat ini, dia mengaku telah bertobat dan ingin berubah menjadi orang yang lebih baik.

Khalilullah, Penulis dan pengarang buku-buku keislaman.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Intoleransi Beragama di Indonesia dan Solusinya

Ming Agu 28 , 2022
Khilafah.id – Tren sikap intoleransi beragama di Indonesia, sebagaimana ditulis dalam laporan hasil survei Wahid Institute, senantiasa mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya. Dalam data terbaru, lembaga yang sama juga mengungkapkan bahwa persentase intoleransi naik 8% dari tahun sebelumnya, dari mulanya 46% kini menjadi 54%. Meningkatnya angka tersebut sejatinya disebabkan oleh […]
intoleransi