Baitul Hikmah, Pusat Ilmu Pengetahuan di Era Keemasan Islam

Baitul Hikmah

Khilafah.id – Baitul Hikmah terletak di Bagdad yang merupakan ibu kota serta pusat intelektual dan keilmuan ketika itu. Baitul Hikmah dibangun pada masa Bani Abbasiyah dibawah kepemimpinan Khalifah Harun Ar-Rasyid yang dikenal sebagai khalifah yang cinta pada ilmu pengetahuan.

Kemudian Khalifah Al ma’mun memperluas Baitul Hikmah yang telah didirikan ayahnya Harun Ar-Rasyid untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Baitul Hikmah diperluas menjadi perpustakaan, lembaga pendidikan, biro penerjemahan dan tempat penelitian.

Aktifitas keilmuan pada masa kepemimpinan khalifah Al Ma’mun mengalami kegemilangan sehingga membawa kemaslahatan yang amat besar bagi peradaban. Karena sejak awal para Khalifah tersebut ingin negara mereka berdiri berdasar fondasi kuat ilmu agama dan ilmu dunia. Baitul Hikmah memiliki peranan besar dalam peradaban islam sehingga menorehkan banyak ilmuan agama maupun ilmuan umum.

Berkat kegiatan yang dilakukan Baitul Hikmah yakni  penerjemahan berbagai buku asing bangsa terdahulu seperti buku-buku milik bangsa Yunani, Romawi dan Persia ke dalam bahasa Arab sehingga mempermudah masyarakat mengkaji berbagai ilmu. Penerjemahan buku-buku ini mencangkup ilmu kedokteran, filsafat, dan lain-lain.

Hal tersebut yang membawa umat islam menuju kemajuan karena umat islam dapat memperlajari berbagai ilmu yang ada dipenjuru dunia. Tersedianya fasilitas tersebut pada masa itu melahirkan banyak tokoh ilmu pengetahuan dengan berbagai bidang karya, yang kemudian buku-buku tersebut banyak digunakan sebagai acuan oleh para ilmuwan modern saat ini.

Kegiatan penerjemahan ini dilakukan atas kemauan Khalifah Al Ma’mun yang kuat terhadap ilmu pengetahuan sehingga ia menyediakan biaya dan dorongan yang besar untuk mencapai kemajuan ilmu pengetahuan.

Kegiatan penerjemahan yang dilakukan di Baitul Hikmah ini merekrut cendekiawan dan penerjemah dari berbagai wilayah di dunia untuk berbagi Ide, informasi, dan pengetahuan bahkan Khalifah Al Ma’mun sendiri ikut berpartisipasi dalam diskusi dan debat dengan para ahli. Salah seorang penerjemah yang termasyhur pada saat itu ada Hunain  ibn  Ishak,  seorang Kristen Nestorian yang banyak menerjemahkan buku Yunani ke dalam bahasa Arab.

Tidak hanya sebagai lembaga penerjemah, kegiatan di Baitul Hikmah juga meliputi:

  • Pusat dokumentasi dan pelayanan informasi keilmuwan bagi masyarakat yakni perpustakaan. Perpustakaan merupakan sarana yang penting karena berisi banyak ilmu pengetahuan, informasi dan dokumentasi, sehingga perpustakaan memiliki fungsi dan peranan penting dalam kemajuan sebuah peradaban. Buku memiliki  nilai  tinggi yang berisi informasi berbagai macam  ilmu pengetahuan, sementara itu Khalifah Al Ma’mun sendiri dikenal sebagai seseorang yang memiliki minat besar terhadap berbagai ilmu pengetahuan, ia mengumpulkan berbagai buku langka dari lokasi berbeda sehingga buku-buku yang ada di Baitul Hikmah bermacam-macam dan tidak terhitung jumlahnya. Sehingga  Baitul  Hikmah selain menjadi lembaga penerjemahan juga sebagai perpustakaan yang mengoleksi banyak buku.
  • Pusat kegiatan perencanaan dan pengembangan pendidikan. Baitul Hikmah digunakan sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan yang dilakukan langsung dari guru ke murid. Pendidikan  di  Baitul Hikmah  meliputi berbagai cabang  ilmu seperti  filsafat,  falak,  kedokteran,  matematika, dan lain sebagainya. Banyak mahasiswa datang ke Baitul Hikmah untuk mengemban ilmu pengetahuan.
  • Forum riset dan penelitian. Dalam  forum  ini,  para ilmuwan  melakukan pengembangan berbagai  bidang  ilmu yang menjadi cikal bakal kemajuan ilmu pengetahuan di berbagai bidang dan melahirkan banyak ilmuan sebagai berikut:
  • Pertama, bidang ilmu kedokteran, Khalifah Harun ar-Rasyid memberikan perhatian besar dengan membuka fakultas khusus ilmu kedokteran pada perguruan tinggi di kota Baghdad, dan tersebar luasnya buku tentang ilmu kedokteran. Banyak ilmuan besar yang berpengaruh diantaranya Hunain ibn Ishaq, Ar Razi, Ibn sina, Ibn  Rusyd, dll
  • Kedua, bidang fisika dan kimia. Untuk menghindari malpraktek, para ahli obat-obatan harus menjalani semacam tes. Pakar ilmu fisika yang terkenal pada abad ke-9 M adalah al-Kindi yang menguraikan hasil eksperimennya tentang cahaya, Ibn Haytham dalam bidang ilmu optic dan pencahayaan, ia pula yang mulai melakukan eksperimen tentang gravitasi bumi jauh sebelum Newton merumuskan teorinya tentang gravitasi, dll.
  • Ketiga, bidang filsafat. Diantara tokohnya ada Al Kindi atau Abu Yususf ibn Ishaq yang merepresentasikan murid Aristoteles di dunia Timur,  Ibnu  sina, Al Ghazali dengan karya TahAfut al-Falasifat, Ibnu Rusyid, dll.
  • Keempat, Bidang astronomi dan matematika. Diantara tokohnya ada Al Khawarijmi tokoh matematika yang mengarang buku al Jabar, Abu Ma’syur al Falaki tokoh perbintangan yang memiliki karya berjudul Isbatul ‘Ulum dan Haiatul Falaq, dll.
  • Dan banyak disiplin cabang ilmu lainnya seperti ilmu hukum, musik, tasawuf, fiqih, tafsir, hadist, kalam, ekonomi, geografi, politik, dll.

Baitul Hikmah memunculkan banyak filusuf dan ilmuwan muslim yang hasil karyanya dapat dipandang bersejarah dan berpengaruh untuk peradaban. Namun Baitul Hikmah kemudian hancur disebabkan runtuhnya bani Abbasiyah akibat serangan bangsa Mongol pada tahun 1258 M di Baghdad. Peristiwa tersebut menelan banyak korban dan pusat ilmu pengetahuan. Semua buku yang ada di dalamnya maupun tempat lain disapu habis. Mulai saat itu, perkembangan Islam mulai menurun sehingga berdampak negatif pada kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam.

Referensi

Irfan. 2016. Peranan   Baitul   Hikmah   Dalam   Menghantarkan   Kejayaan   Daulah  Abbasiyah. Jurnal As-Salam, 1(2), 139-155.

Romdloni. Eksistensi Baitul Hikmah Sebagai Lembaga Kajian Keilmuan Pada Masa Pemerintahan Khalifah Al Makmun.

Yanto. 2015. Sejarah Perpustakaan Bait Alhikmah Pada Masa Keemasan Dinasti Abbasiyah. Tamaddun, 15(1), 241-256.

Waffa Ainani’ma, Mahasiswa Aktif.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Asfiani Norhasani: Ulama Banjar yang Dicintai Umat

Sab Okt 22 , 2022
Khilafah.id – Ulama yang satu ini lahir pada 30 Maret 1973. Pendidikan yang pernah ditempuhnya adalah Madrasah Darul Ulum ad-Diniyah di Mekkah al-Mukarramah tahun 1986, Madrasah Darul Hadits al-Makkiyah 1989, al-Ma’had ats-Tsanawi 1992, S 1 Fakultas al-Hadits asy-Syarif dan Studi Islam Universitas Islam Medinah 1996, mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Antasari, […]
Ulama Banjar