Fakta Perang Tabuk Dalam Al-Quran

Perang tabuk

Khilafah.id – Inilah peperangan yang terakhir diikuti oleh Nabi SAW. Tahun kejadiannya sudah di bagian akhir masa kenabian yaitu tahun kesembilan Hijriyah, tepatnya di bulan Rajab.

Tabuk itu sendiri nama sebuah daerah yang berada di bawah kekuasaan Romawi.

Lokasinya sudah keluar dari wilayah Arab, lumayan jauh dari Madinah. Di masa sekarang saya ukur pakai GPS, setidaknya 663 km jaraknya dari Masjid Nabawi di Madinah.

Namun di masa kini masuk dalam Kerajaan Saudi Arabia.

Kalau naik mobil lewat tol seharian pun sampai. Tapi di masa kenabian dulu, waktu tempuhnya bisa berminggu lamanya. Soalnya kan mereka jalan kaki.

Al-Quran menggambarkan jauhnya perang ini sampai menyebutnya dengan istilah sa’atul-usrah. Terjemahan bebasnya bisa menjadi ‘zaman susah’:

لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ

Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan. (QS. At-Taubah : 117)

Di ayat lain, perjalanannya terasa jauh bagi para shahabat.

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. (QS. At-Taubah : 42)

Yang paling unik dari perang Tabuk ini Nabi SAW menyiapkan pasukan sebanyak-banyaknya, sampai 30.000 personil. Inilah jumlah personil paling banyak dalam sejarah perang di masa kenabian.

Namun sesampainya di Tabuk yang jadi lokasi perang, ternyata musuh mereka yaitu tentara Romawi sudah pergi membubarkan diri. Nampaknya mereka membatalkan perang sepihak.

Maka dalam sejarah, perang Tabuk ini tidak ada catatan korban jiwa. Sebab pertempuran fisiknya saja tidak terjadi. Hanya ramai persiapan dan perjalanannya saja, perangnya batal.

Satu hal lagi yang menarik diangkat bahwa dalam perjalanan ke Tabuk ini, Nabi SAW dan para shahabat sempat melewati daerah yang dulunya menjadi peninggalan umat terdahulu, yaitu Kaum Tsamud.

Namun mereka dimusnahkan dengan gempa dahsyat, karena mengingkari ajakan Nabi Shalih.

Padahal dahulu mereka punya peradaban yang terbilang maju untuk ukuran zamannya. Salah satunya mereka bisa memahat gunung untuk dijadikan bangunan megah.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ziaul Haq: Indonesia Butuh Pesantren Sains Agar Tak Melulu Dicekoki Khilafah

Kam Agu 25 , 2022
Khilafah.id – Era ini, sains dan teknologi merupakan suatu keniscayaan. Negara atau bangsa yang tak melek akan urusan sains dan teknologi, akan tergilas zaman. Pasalnya, segala sesuatu kehidupan manusia tergantung kepentingan sains. Mulai dari bangun tidur, hingga nanti malam tidur kembali. Semua tak terlepas dari sains dan teknologi. Namun faktanya, […]
pesantren sains