Haruskah Pemerintah Berdamai dengan Hacker Bjorka?

Bjorka

Khilafah.id – Belakang ini data kepemerintahan diacak-acak oleh hacker beridentitas Bjorka. Peristiwa ini menjadi hal yang cukup mengejutkan dan tentunya orang yang benci pemerintah akan berasumsi bahwa pemerintah lemah, karena data mereka mendapat serangan yang masif dari hacker tersebut.

Namanya manusia, pasti ada menang dan ada kalah. Ada yang berkuasa dan ada yang lemah. Mungkin pemerintah sekarang kalah melawan serangan hacker yang tidak jelas identitasnya. Tapi, secara substansial pemerintah sesungguhnya menang. Karena, mereka mampu mengendalikan hawa nafsunya untuk tidak membalas perbuatan mereka. Pemerintah lebih mendoakan yang terbaik untuk mereka yang membenci, apalagi yang memusuhinya.

Mengendalikan hawa nafsu termasuk bagian dari jihad dan inilah jihad yang sesungguhnya atau jika meminjam al-Shawy, “jihad akbar/jihad makro”. Siapapun yang mampu melawan hawa nafsu, maka hidupnya akan tenteram. Serangan dari hacker mana pun akan dihadapi dengan pikiran terbuka. Sehingga, akan didapatkan problem solving yang baik: tanpa merugikan kedua belah pihak.

Pemerintah adalah orangtua bagi rakyat-rakyatnya. Orangtua menempati level yang berbeda dibandingkan anaknya. Orangtua tentu harus memilih mengalah demi kebahagiaan anaknya. Ingat, mengalah itu belum tentu kalah. Mengalah adalah cara terbaik untuk mengatasi masalah dan biasanya akan lebih menyelamatkan dari perpecahan.

Kendati begitu, rakyat hendaknya tidak lupa berbakti kepada pemerintah sebagaimana anak yang diperintahkan berbakti kepada orangtuanya. Tidak boleh anak menceritakan sikap buruk orangtuanya. Karena itulah, tidak boleh rakyat membuka data yang mempermalukan pemerintah. Jika memang pemerintah bersalah, selesaikan berdua, bicarakan sebaik mungkin, sehingga didapatkan titik temu.

Tidak perlu membuka rahasia seseorang di depan publik. Ini bukan mengatasi masalah. Tetapi, menghadirkan masalah baru. Pasti pemerintah benci dengan sikap hacker itu, karena mereka merasa martabatnya direndahkan. Jika ini tetap dilakukan, maka akan menjadi biang permusuhan antara pemerintah dan rakyatnya.

Semua yang sudah terjadi antara Bjorka dan pemerintah biarlah itu menjadi cerita. Intinya, Bjorka menghentikan hack data dan pemerintah memaafkan perbuatan Bjorka. Tidak perlu saling menghujat. Tidak perlu saling merasa benar. Saling memaafkan adalah cara yang ma’ruf (baik). Karena, saling memaafkan bukan menunjukkan ada satu pihak yang bersalah dan ada satu pihak yang benar. Tapi, saling memaafkan adalah bukti bahwa kita semua bersaudara.

Persaudaraan ini penting dijaga. Karena, semua manusia terlahir dari bapak yang sama yaitu Nabi Adam. Rasa persaudaraan yang terus dijaga akan mengantarkan pada persatuan. Tidak akan saling menjatuhkan. Karena semuanya bersaudara.

Khalilullah, Penulis dan pengarang buku-buku keislaman.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Indonesia Bisa Bubar Jika Menjadi Negara Islam

Jum Sep 16 , 2022
Khilafah.id – Dalam konteks Indonesia, perseteruan antara agama dan negara bukanlah hal baru. Bahkan hal itu muncul pertama kali saat negara Republik Indonesia ini mau didirikan (baca: PPKI). Sebagian umat Islam kala itu mengimpikan agar negara ini didirikan dengan berdasarkan syariat Islam (Negara Islam). Dengan Piagam Jakarta—yang pada poin ke […]
negara islam