Karakter yang Harus Dimiliki oleh Anak Muda: Anti-Khilafah!

pemuda

Khilafah.id – Sumpah pemuda diucapkan secara keras pada Kongres Pemuda II tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia, kini Jakarta. Tema sumpah pemuda tahun 2022 adalah “Bersatu Bangun Bangsa”. Apa yang bisa dimaknai dari tema ini?

Seperti yang sudah disampaikan dalam isi sumpah pemuda, tema ini bermakna sangat mendalam bagi anak muda untuk merefleksikan kondisi tanah air Indonesia dengan berdasarkan tantangan yang sangat besar. Membangun bangsa adalah pekerjaan yang tidak akan selesai sampai kapanpun. Maka dari itu, kita perlu bersatu untuk membangunnya. Bersatu di tengah keberagaman dan perbedaan yang sangat banyak.

Hari ini, dengan tantangan kebangsaan yang cukup kompleks, kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia, memiliki tugas besar untuk merefleksikan momen penting anak muda untuk menunjukkan eksistensinya untuk menguatkan NKRI. Perlu diketahui bahwa, salah satu tantangan yang sangat krusial untuk dipecahkan bersama adalah melawan para pembenci NKRI yang bewujud kelompok pendiri khilafah. Mengapa kelompok tersebut adalah pembenci NKRI?

Para aktivis khilafah, melalui narasi yang sangat masif, kegiatan yang cukup beragam, menjelma sebagai kelompok yang mengkritik pemerintah dan mencari celah dari setiap persoalan. Apa bedanya kritik kelompok khilafah dengan yang lain? Jika kritik disampaikan oleh para aktivis khilafah, solusi yang akan disampaikan pada akhirnya bermuara kepada pendirian negara Islam di Indonesia. Artinya, keberadaan para aktivis khilafah menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia.

Bagaimana Anak Muda Masa Kini?

Di tengah tantangan kebangsaan yang sudah disampaikan di atas, berdasarkan isi sumpah pemuda, hari ini anak muda harus memiliki beberapa karakter, di antaranya: pertama, berjuang dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Nasionalisme adalah modal utama yang harus dimiliki oleh anak muda.

Komitmen yang harus dimiliki pada diri sendiri adalah menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang sangat islami dengan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila. Komitmen teguh kepada Pancasila merupakan salah satu modal utama bagi anak muda agar tidak mudah tergerus oleh ajakan-ajakan ideologi yang bertentangan dengan NKRI.

Ekspresi untuk menunjukkan nasionalisme sangat beragam. Bisa diwujukan dengan konten positif di media sosial dan konten yang menarik yang bisa ditampilkan di media sosial. Berubahnya pola interaksi kepada orang lain, pengetahuan yang bisa diakses secara digital, dan informasi yang sangat mudah untuk didapatkan, menyebabkan makna cinta tanah air ini sangat luas sekali. Media sosial menjadi ruang digital yang sangat besar untuk menyebarkan ideologi.

Perlu diketahui bahwa, para aktivis khilafah menggunakan media sosial untuk mengajak para audiensnya agar bisa masuk dalam circle-nya. Menariknya, mereka memiliki strategi yang cukup ciamik untuk tampil di media sosial. Dengan kekuatan media sosial yang cukup besar, para aktivis khilafah memiliki privilege untuk membuat orang lain tertarik.

Artinya, karakter nasionalisme yang harus dimiliki oleh anak muda dalam menghadapi fenomena ini adalah pengetahuan tentang literasi digital dan upaya pemanfaatan yang sangat baik dalam mengcounter narasi ciptaan aktivis khilafah. Upaya ini sangat penting dilakukan oleh anak muda sebagai salah satu wujud cinta tanah air.

Sebab upaya sederhana ini adalah upaya yang bermakna besar untuk membentengi tanah air dari kelompok-kelompok yang berupaya untuk mendirikan negara Islam.

Kedua, memiliki nilai toleransi terhadap sesama. Sikap ini tampil sebagai sikap untuk melihat kondisi sosial yang sangat beragam dari Indonesia. Mulai dari latar belakang agama, suku dan kelompok yang berbeda, toleransi harus dimiliki oleh anak muda agar mampu berdiri tegak di tengah perbedaan.

Ketiga, peduli dengan saudara setanah air. Apapun suku, adat, ataupun agama, anak muda harus menyadari bahwa, kita semua saudara setanah air. Anak muda harus memiliki kepekaan terhadap sesama apapun masalah yang terjadi pada saudara kita. Tanpa melihat latar belakangnya, kita semua adalah saudara setanah air.

Keempat, berkontribusi untuk mengharumkan nama bangsa. Kontribusi ini sangat beragam sesuai dengan passion yang kita miliki. Sebab kita semua berharga dalam bidangnya masing-masing.

Muallifah, Mahasiswi Magister Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Meninggalkan Dakwah Radikal-Ekstrem, Menyemai Dakwah Ramah-Moderat

Sen Okt 31 , 2022
Khilafah.id – Peradaban yang semakin kompleks memunculkan banyak selompok, termasuk kelompok radikal, yang sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara. Di tengah gempuran berbagai paham, penting untuk kita mengikuti ulama yang perpengatahuan luas, dan mendepankan Islam moderat yang berlandaskan kemaslahatan dan kedamaian. Afifuddin Muhajir dan KH. Abdul Moqsith Ghazali adalah […]
Islam Moderat