Masihkah Khilafahers Terlibat Lagi dalam Perpolitikan di Indonesia?

Indonesia

Khilafah.id – Setelah dideklarasikan Anies sebagai calon presiden (capres) oleh Partai NasDem, arah perpolitikan di Indonesia dihadapkan pada ragam tafsir yang tak kunjung usai. Ini artinya NasDem memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam membentuk masa depan politik di negera merah putih ini.

Satu hal yang perlu diluruskan dalam pemilihan Anies sebagai Capres adalah tuduhan beberapa partai politik sebelah yang menuding bahwa Anies terlibat dalam politik identitas. Tuduhan ini disebabkan saat mencalonkan diri sebagai gubernur, Anies didukung oleh kelompok separatis yang secara ideologi berseberangan dengan partai nasionalis, sebut saja PDIP.

Anies yang sekarang tidak dapat disamakan dengan Anies yang dulu. Politik ini dinamis. Maksudnya, arah perpolitikan di masa lalu tidak sepenuhnya dijadikan rujukan untuk perpolitikan di masa mendatang. Politik tidak dapat dipersamakan dengan cinta Qais dan Laila yang kedua sejoli tidak bisa move meski kenyataan tak seindah harapan.

Terlalu berpangku pada masa lalu ini menunjukkan bahwa mindset berpikirnya belum dapat dibenarkan. Anies sekarang sudah melepaskan kemesraan masa lalunya dengan kelompok separatis dan sekarang ia lebih memilih NasDem sebagai penggerak disebabkan partai yang didirikan oleh Surya Paloh ini tergolong sebagai partai nasionalis yang menjunjung tinggi cinta tanah air.

Jika Anies menang dan menjadi presiden, negeri ini akan dipastikan bersih dari sentuhan paham radikal yang diusung oleh kelompok separatis. Karena, politik ini bukan dilihat dari calon yang diusung tapi partai yang mengusungnya. Negeri ini seharusnya bersyukur dihadiahkan Anies sebagai pilihan NasDem untuk maju dalam Pilpres 2024 nanti. Negeri ini akan terus berpegang teguh pada nilai-nilai moderasi karena nilai itu yang usung oleh NasDem.

Pentingnya kehadiran Anies untuk menuntaskan deradikalisasi disebabkan pada era Jokowi kali ini deradikalisasi belum diselesaikan dengan tuntas. Buktinya, ideologi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih eksis di mana-mana. Lihat saja, Yayasan Cinta Qur’an yang didirikan oleh Ustadz Fatih Karim dan yayasan ini diduga sebagai sayap HTI.

Selain itu, dibiarkannya organisasi Khilafatul Muslimin (KM) yang beberapa bulan yang lalu mengkampanyekan ideologi mirip HTI. Seperti penolakan terhadap Pancasila, dan bersikeras menggantikan ideologi Pancasila dengan Khilafah. Ini sungguh sangat berbahaya terhadap masa depan negeri ini.

Sebagai penutup, tidak perlu diragukan lagi dideklarasikannya Anies sebagai capres dari Partai NasDem. NasDem akan sangat berhati-hati dalam menentukan pilihan ini. Tentu, yang dipilih adalah yang terbaik untuk negeri ini. Bagi NasDem, masa depan negeri ini jauh lebih berharga dibandingkan sebatas kepentingan pribadi dan kelompok.

Khalilullah, Penulis keislaman.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mematahkan Argumen Khilafahers: Madinah Itu Negara Bangsa, Bukan Negara Agama

Kam Okt 13 , 2022
Khilafah.id – Salah satu fase penting dalam dakwah Islam Rasulullah adalah ketika ia mentransformasikan Yatsrib yang sebelumnya kerap dilanda konflik antar-suku menjadi negara kota yang beradab bernama Madinah. Dinamakan negara kota (polis) karena Madinah memiliki cakupan wilayah yang sebenarnya tidak terlalu luas dengan sistem birokrasi yang sederhana. Berbeda dengan negara […]
Negara