Meninjau Festival Non-Halal dalam Konteks Matinya Toleransi

Non-Halal

Khilafah.id – Sekitar seminggu yang lalu masyarakat Solo sempat dihebohkan dengan festival makanan/kuliner non-halal bertajuk “Festival Pecinan Nusantara”. Yang menjadi persoalan merespon festival kuliner ini adalah sikap Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS) yang mengeluarkan surat Himbauan dan Pernyataan Sikap bahwa pihaknya keberatan atas diizinkannya festival tersebut.

Ada beberapa alasan ormas itu menyatakan sikap keberatannya atas festival non-halal: Pertama, acara itu telah mengusik nilai-nilai agama Islam. Kedua, festival ini membahayakan umat Islam terjerumus dengan mengkonsumsi makanan yang diharamkan agama. Ketiga, spanduk festival non-halal ini dinilai terlalu vulgar yang mengumumkan diselenggarakannya acara tersebut.

Beberapa alasan yang dikemukakan ormas tadi tentu tidak dapat diterima dan dibenarkan dilihat dari sudut pandang bahwa Indonesia adalah negara plural. Maksud negara plural adalah negara yang di dalamnya terdapat beragam agama, bukan hanya Islam saja, tetapi ada banyak agama lain semisal Kristen, Hindu, dan seterusnya. Pasalnya, agama di luar Islam tidak melarang atau mengharamkan makan makanan yang dilarang di dalam Islam, seperti babi, dan lain-lain.

Keberatan ormas atas festival non-halal semestinya tidak diungkapkan ke publik, cukup jadi konsumsi pribadi saja. Jika mereka harus menyampaikan ke publik, seharusnya mereka melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu. Ada peribahasa yang menyatakan: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tinggi” yang mengandung makna bahwa seseorang sudah sepatutnya mengikuti atau menghormati adat-istiadat yang berlaku di tempat ia hidup atau tinggal. Jadi, tidak benar keberatan itu disampaikan di Indonesia sebagai negara plural, bukan negara Islam yang menerima satu agama saja, yaitu Islam.

Ormas yang keberatan itu jelas eksklusif dalam berijtihad. Mereka semestinya mengedepankan nilai-nilai toleransi dibandingkan nilai-nilai agama yang mereka pahami. Sebab, nilai-nilai toleransi berupaya lebih menghargai agama-agama lain yang memiliki keputusan hukum yang berbeda dengan Islam. Maka, Indonesia sebagai negara besar berusaha mencari titik temu di tengah perbedaan ini dengan konsep toleransi. Tujuannya adalah menghindari perpecahan antar sesama. Bukankah Islam sendiri melarang terjadinya perpecahan.

Kebenaran ormas juga bertentangan dengan konsep kebenaran. Kebenaran tidak dapat ditentukan oleh satu pihak saja. Karena kebenaran yang disampaikan oleh pihak tertentu disebut kebenaran sepihak, bukan kebenaran global. Kebenaran global merupakan kebenaran yang disepakati seluruh umat manusia, termasuk umat Islam. Apa itu? Kebenaran toleransi yang telah dijelaskan tadi.

Ormas semacam itu harus belajar banyak kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tidak keberatan dengan festival non-halal yang diselenggarakan di Solo. MUI melihat bahwa semua pemeluk agama punya hak yang sama untuk melakukan sesuatu yang tidak dilarang oleh agama mereka. Karena itu hak, maka kewajiban umat Islam adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi pemeluk agama lain dalam bertindak.

Ormas semestinya tidak mengganggu hak pemeluk agama lain. Karena, mengganggu hak termasuk melanggar nilai-nilai toleransi yang dibenarkan oleh agama Islam sendiri. Pertanyaannya, apakah ormas tersebut paham tentang nilai-nilai toleransi yang diperjuangkan Islam? Ataukah mereka sebatas pemeluk agama yang fanatik buta, sehingga melihat kebenaran sesempit itu?

Sebagai penutup, kita semua lahir di Indonesia, maka kita bersaudara. Karena itu, tidak pantas masing-masing di antara kita saling mengganggu. Sebagai saudara, kita hendaknya menjaga ketenteraman saudara kita yang lain. Jangan batasi persaudaraan ini dari sisi agamanya. Tetap kita dukung festival non-halal diselenggarakan di Solo agar pemeluk agama lain dapat memenuhi haknya.

Dr. Khalilullah, S.Ag., M.Ag., Penulis buku-buku keislaman.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mewaspadai Kampanye Islam kaffah yang Berujung Khilafah

Rab Jul 10 , 2024
Khilafah.id – Sebagaimana kita pahami HTI sejak dulu telah mencita-citakan berdirinya khilafah. Namun, terkadang mereka mengalihkan agenda ini dengan mengatakan tujuannya hanya ingin membangun kehidupan yang islami dan menerapkan cara berislam secara kaffah. Islam kaffah memang menjadi salah satu slogan yang mereka gembar-gemborkan. Pada dasarnya konsep Islam Kaffah yang seringkali […]
kaffah

You May Like