Modus Media HTI dalam Propaganda Khilafah

HTI

Khilafah.id – Sudah lama, media HTI ini (Khilafah Channel) jadi alat penyebaran paham khilafah. Mereka memakai Youtube agar sebaran jangkauannya menjadi jauh membentang ke pelosok dan ke pelbagai pihak utamanya kaum milenial.

Dengan subscriber beribu-ribu dan rerata setiap video ditonton lebih dari 4 ribu, artinya mereka telah lama bermain di Youtube. Dan yang pasti, mereka banyak pengikutnya dan tentu saja pengikut setianya yang fanatik.

Pengikut Fanatik

Maka paham khilafah atau politik agama tetap saja akan hidup di bumi Indonesia bila wadah dan tokohnya masih pentas dengan lihai. Terbukti sejak HTI dan FPI dibubarkan, saat ini tambah banyak orang yang diam-diam tertarik terhadapnya.

Bukan tidak mungkin mereka tak melihat konten HTI yang sengaja diproduksi di media Khilafah Channel. Ia tentulah mencari semua apa yang menjadi ketertarikannya. Konten HTI di Khilafah Channel mampu membius kaum awam untuk ikut lebih jauh percakapan mereka.

Terus terang saja, semua konten Khilafah Channel memang bagus desains tampilannnya untuk ukuran konten Youtube keagamaan di Indonesia. Ditambah lagi tema atau judul-judul yang bombastis sengaja dibuat. Misalnya, “Mewujudkan Negeri Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghaffur Pasca Ramadhan” dan “Yang Ditakutkan Nabi Kini Terjadi”. Kurang menarik apa dengan judul di atas.

Mengingat muslim Indonesia yang hingga akhir ini selalu saja terjejak di pikirannya mengenai romantisme keemasan Islam dulu kala, maka judul di atas tepatlah sasaran. Banyak judul menarik di Khilafah Channel.

Judulnya saja yang menarik, tetapi ketika kita lihat di dalamnya, hanyalah semburan paham khilafah yang menjadi kata kunci pituturnya. Apa pun masalah, tema, dan pembahasannya, khilafah adalah solusinya. Dan begitu seterusnya.

Banyak yang mengetahui keberadaan Khilafah Channel kini. Kayaknya channel tersebut sudah kurang aktif. Tapi kita jangan kecolongan, karena mereka punya banyak cara untuk menyebarkan paham khilafah. Mereka akan bermemorfosis menjadi lainnya. Salah satunya, mereka kini tokoh HTI sering nongol di channel AlwaqiyahTV.

Khilafah Channel dan Jejak Alwaqiyah TV

Kita bisa cek di channel resmi HT: AlwaqiyahTV. AlwaqiyahTV ini adalah akun resmi yang dikelola oleh Lajnah I’lamiyah (Biro Penerangan dan Media) yang bertanggung jawab langsung kepada Atha Abu Rustha, sang Amir HT.

Di AlwaqiyahTV ini, hampir rata-rata permainan narasi mereka sama: tegakkan khilafah. Menurut mereka, kekalahan-kekalahan muslim, akibat dari banyak muslim yang tidak menerima keberadaan khilafah. Bahkan problem dan gempa-gempita dunia yang melanda alam semesta jagat ini, menurutnya, sebab murka Allah karena tidak tegaknya khilafah di dunia.

Melalui akun AlwaqiyahTV, HT bebas berekspresi. Mereka menyebarkan gagasan, pesan-pesan, pemikiran, perekrutan, dan propaganda. Ragam apa saja yang menimpa dunia, seperti Palestina kini, mereka bergerombol untuk memainkan narasi yang seolah-seolah kejadian tersebut harus dan solusinya adalah khilafah.

Maka percayalah bahwa HT dan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) juga masih hidup. Beberapa minggu yang lalu, di channel Youtube ALWaiyahTV, para juru bicara Hizbut Tahrir seluruh dunia bergerombol menarasikan khilafah dan saling mendoakan amirnya untuk tetap sehat dalam menjalankan amal baktinya yang bagi mereka sudah “ditetapkan”.

Pengasong Khilafah di Pentas Dunia

Ismail Yusanto juga hadir mengucapkan sapatah kata. Dia berani dan Ismail tetap mengaku menjadi juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia di channel milik HT Internasional itu.

Jika Ismail berani mengatakan demikian, berarti Hizbut Tahrir Indonesia, ormas terlarang dianggapnya masih hidup. M. Ismail Yusanto tetap tidak mengakui pelarangan HTI oleh Pemerintah Indonesia. Baginya, HTI masih hidup dan merdeka. Karena ideolog HTI tidak mengakui Indonesia negara Pancasila, maka sungguh jelas M. Ismail Yusanto berkhianat terhadap Indonesia. Apa sangsi kepada penghianat negara?

Selain M. Ismail Yusanto, masih banyak aktivis HTI yang berani tampil mewartakan khilafah di pentas dunia. Ada nama Suteki, Daniel M Rasyid, dan Fika Komara, dan lain-lain. Mereka bolik-balik menjadi narasumber internasional di channel Youtube ALWaiyahTV, atau di channel milik HTI sendiri: Khilafah Channel dan kini di channel Rayah TV.

Sedang di bagian negara lain, ada nama Ahmad Al-Qossos (Jubir HT Lebanon), Al-Wahwah (Jubir HT Australia), Usman Abu Khalil (Jubir HT Sudan), dan lain-lain. Mereka tetap kukuh seperti baja, memandangi cakrawala bahwa dunia tak mungkin selesai kalau bukan khilafah sistemnya.

Sampai di sini, HTI masih hidup. Mereka hidup dan menyebarkan pahamnya lewat jalan yang sangat terang dan sangat mudah yakni media sosial. Maka, kita dan utamanya yang punya otoritas jangan sampai kecolongan di medan ini. Jika kecelongan dan terbiarkan, kenyataan pahit kemarin itu, adalah salah satu praktik kesengajaan hari ini.

Agus Wedi, Peminat Kajian Sosial dan Keislaman.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ormas Radikal dan Demokrasi yang Tersandera

Ming Mei 7 , 2023
Khilafah.id – Demokrasi membuka ruang publik (public sphere) seluas-luasnya, termasuk kepada mereka yang menentangnya. Ini paradoks negeri Muslim yang baru memeluk demokrasi. Ketika keran kebebasan dibuka, yang mengambil peran dan bersuara lantang justru mereka yang kelak jika berkuasa akan secara perlahan membunuh demokrasi dengan menutup keran kebebasan itu. Sebelum tahun 1998 […]
Radikal demokrasi