Tri Budi Santoso: Eks-Napiter yang Rintis Usaha dan Buka Lapangan Kerja

tri

Khilafah.id – Pengaruh terorisme bukanlah sesuatu yang dapat dipandang sebelah mata. Telah banyak korban terorisme yang terlihat di negeri ini, baik mulai kalangan rakyat biasa hingga pemerintah elit.

Salah seorang yang pernah terpapar paham terorisme adalah Tri Budi Santoso. Tri tinggal di Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Tri sebelumnya divonis lima tahun penjara pada 2011 lantaran terlibat serangkaian aksi terorisme di wilayah Klaten. Saat itu Tri baru saja lulus SMK. Ia kemudian bebas setelah menjalani masa hukuman selama 3,5 tahun.

Tri lalu menyadari aksi yang dia lakukan dengan sejumlah temannya tersebut salah. Selain itu, aksinya berdampak besar terhadap kehidupannya. Maka, setelah bebas dari penjara akibat kasus terorisme pada pertengahan 2014, Tri mengembangkan usaha konfeksi hingga kini memiliki brand sendiri.

Tri merintis dan mengembangkan usaha konfeksi bersama istrinya. Produk yang dihasilkan kebanyakan baju gamis. Awalnya, dia bekerja serabutan bergonta-ganti pekerjaan. Istrinya suka jualan dan mulai bangun jaringan bisnis.

Perlahan usaha kofeksi yang dikembangkan Tri di Klaten tersebut berkembang. Pesanan kian bertambah. Tri bersama istrinya mulai kulakan gamis dalam partai besar. Jaringan pasarnya kian meluas dan mulai berjualan melalui pasar online.

Usahanya kian berkembang justru saat awal pandemi Covid-19. Saat itu, permintaan masker meningkat. Dari penjualan masker tersebut, Tri bersama istrinya mampu mengumpulkan modal untuk pembelian alat seperti mesin jahit serta bahan baku kain.

Mereka kemudian memproduksi sendiri baju gamis dan dipasarkan ke berbagai wilayah. Tri mengaku dia dan istrinya tak bisa menjahit. Untuk membikin gamis syar’i, mereka merekrut karyawan. Mereka punya karyawan menjahit di rumah ada dua orang lainya seperti bagian potong itu dari mitra.

Tri bersyukur setelah bebas warga di lingkungan sekitarnya mau menerima dirinya termasuk ketika ia mulai merintis usaha konfeksi di Klaten. Dia pun menegaskan saat ini cinta NKRI. Tri menjadi salah satu dari 17 eks napiter yang menjadi tamu saat digelar upacara HUT ke-78 RI di Alun-alun Klaten, Kamis.

Sebagai penutup, kisah Tri dapat dijadikan pelajaran bagi siapapun agar lebih berhati-hati dari paham radikal-teror yang berbahaya. Karena, orang bijak selalu belajar dari kesalahan orang lain, bukan kesalahannya sendiri.

Dr. (c) Khalilullah, S.Ag., M.Ag, Penulis yang kadang menjadi pengarang buku-buku keislaman.

Redaksi Khilafah.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kontra-Ekstremisme: Belajarlah dari Konflik Aceh!

Ming Des 3 , 2023
Khilafah.id – Dengan julukan sebagai ‘Serambi Makkah’, Aceh memiliki keistimewaan dibandingkan dengan daerah lain untuk menerapkan syariat Islam, yang jelas-jelas tidak diterapkan di Indonesia karena bertentangan dengan sila pertama dalam Pancasila. Kondisi Indonesia yang beragam, dengan banyaknya agama, penerapan syariat Islam justru menjadi kenyataan bahwa negara Indonesia milik masyarakat Muslim. Padahal, […]
aceh